coba masuk kesini, SBY mau jadi pahlawan nih

Guest's picture

BERITANYA
Minggu, 31 Mei 2009 pukul 02:11:00
Kapal Malaysia Masuk Ambalat Lagi

Penyelesaian Ambalat akan gunakan jalur ASEAN.JAKARTA — Kapal Angkatan Laut (AL) Diraja Ma laysia kembali memasuki per airan Indonesia di Blok Am ba lat, Selat Sulawesi. Kapal de ngan kode KD Baung 3509 itu memasuki perairan Indonesia sekitar pukul 06.00 WITA, Sabtu (30/5).Kapal tersebut masuk melalui bagian tenggara Blok Ambalat, dekat Pulau Karang Unarang. Ka pal tersebut tidak memberikan respons apa-apa saat coba dikontak dan diminta kembali ke perairan Malaysia melalui radio oleh pihak TNI AL yang berpatroli di Ambalat.Karena itu, TNI AL lantas mengirimkan Kapal Patroli Untung Suropati yang akhirnya memaksa Kapal KD Baung bertolak kembali keperairan Malaysia.“Jika ditotal, ini berarti sudah yang ke-11 kalinya mereka (AL Malaysia) melanggar batas wilayah sejak Januari 2009 lalu,” ujar Kepala Dinas Penerangan TNI-AL (Kadispenal), Laksamana Pertama Iskandar Sitompul, saat dihubungi Republika, Sabtu (30/5).Terakhir, tercatat pada 25 Mei lalu, penerobosan juga...
sumber

Malaysia Tarik Kapal Perangnya dari Ambalat
Kamis, 11 Juni 2009 21:16 WIB

Tangerang (ANTARA News) - Tim Delegasi Komisi I DPR-RI mengatakan Malaysia siap menarik kapal patroli dari perairan Ambalat dan akan memberikan sanksi tegas kepada prajuritnya bila memicu konflik di Ambalat, demikian Ketua Rombongan Delegasi Ambalat Yusron Izra Mahendra di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Kamis malam.
"Dalam kesepakatan dengan Malayasia, pejabat Malaysia sepakat mengurangi aktivitas kapal patroli di perairan Ambalat dan siap menarik pasukannya," katanya.
Menurut Yusron, perundingan Tim Delegasi Ambalat dengan Wakil Ketua DPRD Malaysia Datuk Wan Junaidi, Menteri Pertahanan Malaysia Datuk Sri Ahmad, dan Wakil Menteri Luar Negeri Senator Kohilan A Pillay beserta Panglima Diraja Malaysia Laksamana Tan Sri Datuk Sri Abdul Azis Jaafar, telah mencapai beberapa kesepakatan.
"Bahwa Malaysia tidak ingin terjadi kontak fisik dengan Indonesia, dan dalam kasus Ambalat kedua belah pihak sepakat untuk cooling down," katanya.
Tim Delegasi menegaskan kepada para petinggi Malaysia bahwa Ambalat merupakan wilayah Indonesia sesuai dengan ketentuan UNCLOS 1982 yang diakui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
"Indonesia juga pernah mengebor minyak di Ambalat sejak dulu, tetapi Malaysia mengaku Ambalat miliknya sebagai negara kepulaun sejak tahun 1979," katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua Delegasi Happy Bone Zulkarnain mengaku, petinggi militer Malaysia menjelaskan bahwa patroli kapal Malaysia di Ambalat bukan untuk menyerang Indonesia.
"Kami tidak akan berperang dengan Indonesia, dalam keadaan apa pun kita akan memperbaiki hubungan baik dan persaudaraan dengan Indonesia," kata Bone menirukan ucapan Panglima Tentera Diraja Malaysia Laksamana Tan Sri Datuk Sri Abdul Azis Jaafar saat bertemu tim delegasi Indonesia.
Bone mengatakan, militer siap memberikan sanksi tegas kepada prajuritnya yang menyerang tentara Indonesia di Ambalat,
"Dia (Panglima Diraja Malaysia) berkata akan menjatuhkan hukuman kepada anak buahnya, dan bila terjadi konflik itu Panglima Diraja akan meminta maaf kepada Indonesia secara tertulis," tambahnya.
Nmaun, selama lawatan dua hari ke Malaysia, tim delegasi tidak memperoleh jaminan dan komitmen Malaysia bahwa Ambalat merupakan wilayah Indonesia.
"Secara politik memang ada kesepakatan, namun secara hukum international laut Malaysia belum mengakui Ambalat itu milik Indonesia," kata Bone kepada ANTARA. (*)
Sumber

SBY: Kalau Perang, Saya Berada Paling Depan
Selasa, 23 Juni 2009, 15:54 WIB
Ismoko Widjaya, Muhammad Hasits

VIVAnews - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) siap berada di garis paling depan bila akhirnya Indonesia menyatakan perang dengan Malaysia. Pernyataan SBY ini terkait sengketa perbatasn RI-Malaysia di Perairan Ambalat.
"Kalau memang pilihan bangsa ini perang, ya perang. Saya akan berada di paling depan, bukan yg paling belakang," kata SBY saat membuka acara Rapat Pimpinan Nasional Pemuda Panca Marga di Jakarta, Selasa, 23 Juni 2009.
Meski demikian, lanjut SBY, Indonesia harus lebih rasional dalam setiap mengambil keputusan. SBY pun menggarisbawahi dan menjamin bahwa yang terpenting adalah tidak ada wilayah yang lepas dari Indonesia.
"Namun bila kita memilih perang, kita harus mengeluarkan anggaran untuk perang. Belum lagi adanya korban jiwa. Untuk apa adanya perjanjian dengan negara-negara ASEAN kalau ada perang antar-negara ASEAN sendiri," ujar SBY.
Atas dasar itulah, SBY akhirnya mengambil keputusan untuk melalui jalan berunding dengan Malaysia. Dalam perundingan itu, pemerintah tetap memegang prinsip dalam kedaulatan adalah harga mati. "Kita punya keyakinan itu adalah milik kita," ujar SBY.

ismoko.widjaya@vivanews.com
sumber


Pasukan Udah di tarik kok baru bicara?
JANGAN SOK JADI PAHLAWAN KESIANGAN DIMASA PEMILU
KEMARIN PAS HOT KENAPA DIEM AJA PAK?


Guest's picture
Setidaknya SBY berani mengemukakan pendapat yang bisa dipegang janjinya karena dia bicara masih dalam kapasitas sebagao Presiden bukan capres atau wakil presiden dan itu penting karena pernyataan dai akan di rekam dan disebarluaskan oleh media dalam negeri dan asing berarti malaysia juga tahu dan perlu mempertimbangkan pernyataan ini. Jadi komen JANGAN SOK JADI PAHLAWAN menunjukkan kebencian kepada SBY tanpa dasar yang jelas. Itu namanya syirik